Surat Cinta Pengusaha Muda
Kepada Yth.
Sdri. …. di …..
Hal : Penawaran Kesepakatan
Dengan Hormat,
Saya sangat gembira memberitahukan Anda bahwa saya telah jatuh cinta kepada Anda terhitung tanggal 10 Agustus lalu. Berdasarkan rapat keluarga kami tanggal 11 Agustus lalu pukul 19.00 WIB saya berketetapan hati untuk menawarkan diri sebagai kekasih anda yang prospektif. Hubungan cinta kita akan menjalin masa percobaan minimal 3 bulan sebelum memasuki tahap permanen. Tentu saja, setelah masa percobaan usai, akan diadakan terlebih dahulu on the job training secara intensif dan berkelanjutan. Dan kemudian, setiap tiga bulan selanjutnya akan diadakan juga evaluasi performa kerja yang bisa menuju pada pemberian kenaikan status dari kekasih menjadi pasangan hidup. Biaya yang dikeluarkan untuk kerumah makan dan shooping akan dibagi 2 sama rata antara kedua belah pihak.
Selanjutnya didasarkan pada performa dan kinerja Anda, tidak tertutup kemungkinan bhw saya akan menanggung bagian yang lebih besar pengeluaran total. Akan tetapi saya cukup bijaksana dan mampu menilai, jumlah dan bentuk pengeluaran yg Anda keluarkan nantinya. Saya dengan segala kerendahan hati meminta anda untuk menjawab penawaran ini dalam waktu 30 hari terhitung tanggal penerimaan surat . Lewat dari tanggal tersebut, penawaran ini akan dibatalkan tanpa pemberitahuan lebih lanjut, dan tentu saja saya akan beralih dan mempertimbangkan kandidat lain.
Saya akan sangat berterima kasih apabila Anda berkenan untuk meneruskan surat ini kepada adik perempuan, sepupu bahkan teman dekat anda, apabila anda menolak penawaran ini.
Demikian penawaran yang dapat saya ajukan dan sebelumnya terima kasih atas perhatiannya.
Hormat saya
Pengusaha Prospektif
DISCLAIMER :surat ini bukan bikinan saya. Saya copy paste dari forum diskusi group PMW (Program Mahasiswa Wirausaha) UPI 2009. Penulisnya adalah kang irfan gufari (mahasiswa juragan domba)…apakah ini obsesi terpendam dari akang tersebut??hmm hehehe…
Saya, meski bercita – cita jadi dan punya pasangan pengusaha sukses (ehm)…. tapi kalau dikasih surat cinta macam begini…wkwkwk…mikir – mikir dulu yaaah… ![]()
12 Desember 2009 pada 12:57 PM
hahahaha benar-benar strait to the point
Seneng dong kalau bisa menyatakan cinta langsung seperti itu.
Membaca disclaimer itu, saya kok mikirnya sampeyan yang menerima surat tersebut
21 Desember 2009 pada 2:56 PM
wah, bener ni itu bukan pengalaman pribadi..
coba kalo dapet proposal kaya gitu, jawabannya gimana hayoooo….???
22 Desember 2009 pada 3:04 PM
lho…lho…koq interpretasinya jadi gitu…heuheu ah mas mandor tempe (koq jadi inget azzam kcb y) dan mbak fara ada – ada aja nih….
28 Januari 2010 pada 2:34 PM
Salam Super-
salam hangat dari pulau Bali -
saya tesenyum lebar anda buat……
22 Februari 2010 pada 5:46 PM
istighfar Da, ngopy paste teh teu kenging…
Bilih kanyahoan kunu gaduhna engke Ida nu jadi sasaran Cintana…. he..he..
Da, sing sering muka http://www.alef.co.cc . Pang eusian kritik & saranna…
4 Maret 2010 pada 3:44 PM
halo sis, apa kabar dah lama gak berkunjung